Pertemuan Tak Terduga di Gala Amal
Chapter 1 — Pertemuan Tak Terduga di Gala Amal
Gaun sutra merahku terasa seperti jeratan di kulitku saat aku mencoba menyelinap keluar dari kerumunan. Aroma parfum mahal dan anggur basi membuat perutku mual. Aku benci acara-acara seperti ini, tetapi hutang ibuku… hutang itu tidak akan lunas dengan sendirinya.
Namaku Anya Kirana, dan aku bekerja sebagai pelayan di hotel bintang lima di Jakarta. Malam ini, aku menggantikan temanku yang sakit di acara gala amal yang diadakan di hotel tempatku bekerja. Sebuah acara yang dipenuhi oleh orang-orang kaya dan berkuasa, orang-orang yang hidup di dunia yang sangat berbeda dari duniaku.
Aku berhasil mencapai balkon, menghirup udara malam yang sejuk. Pemandangan kota Jakarta yang berkilauan membentang di hadapanku. Aku memejamkan mata, mencoba menenangkan diri. Setidaknya, beberapa jam lagi, dan aku bisa kembali ke kamarku yang sempit, jauh dari kemewahan palsu ini.
Tiba-tiba, suara bariton yang dalam memecah kesunyian. "Tidak menyukai keramaian?"
Aku berbalik dan mendapati seorang pria berdiri di ambang pintu balkon. Cahaya bulan menerangi wajahnya, menonjolkan garis rahang yang tegas dan mata gelapnya yang tajam. Dia mengenakan tuksedo hitam yang pas di tubuhnya, membuatnya tampak seperti dewa Yunani yang turun ke bumi.
Jantungku berdegup kencang. Aku tahu siapa dia. Semua orang tahu siapa dia. Reynard Adiwangsa, pewaris tunggal kerajaan bisnis Adiwangsa Group, salah satu konglomerat terbesar di Indonesia. Dia tampan, kaya, dan berkuasa. Dan dia sedang menatapku, seorang pelayan rendahan.
"Maaf, Tuan," kataku gugup, menundukkan kepala. "Saya hanya mencari udara segar."
Dia melangkah mendekat, gerakannya anggun dan percaya diri. "Jangan panggil saya Tuan. Panggil saja Reynard."
Aku mengangkat wajahku, terkejut. "Saya tidak yakin…"
"Saya yang menyuruh," potongnya, senyum tipis bermain di bibirnya. Senyum yang membuat lututku lemas. "Jadi, Anya Kirana, apa yang membuatmu begitu tidak bahagia di tengah pesta yang meriah ini?"
Bagaimana dia tahu namaku? Aku tidak ingat pernah bertemu dengannya sebelumnya.
"Saya… ini bukan tempat saya," jawabku jujur.
"Mungkin saja," katanya, matanya menelusuri wajahku dengan intens. "Atau mungkin, kamu hanya belum bertemu orang yang tepat."
Dia mendekat lagi, dan aku bisa merasakan aroma maskulinnya yang memabukkan. Aku tahu aku seharusnya menjauh, tetapi kakiku terasa terpaku di tempatnya. Ada sesuatu dalam dirinya yang menarikku, sesuatu yang berbahaya dan memikat.
"Siapa tahu," bisiknya, suaranya serak. "Mungkin saja, malam ini adalah awal dari sesuatu yang istimewa."
Tiba-tiba, seorang wanita bergaun emas menghampiri kami, tatapannya tajam dan tidak ramah. "Reynard, sayang, aku mencarimu. Siapa gadis ini?"
Reynard menoleh, ekspresinya berubah dingin. "Bukan urusanmu, Clarissa."
Wanita bernama Clarissa itu mendengus. "Tentu saja urusanku. Aku tunanganmu."
Tunangan? Reynard Adiwangsa bertunangan? Duniaku terasa runtuh. Aku seharusnya tahu. Pria seperti dia tidak mungkin tertarik padaku.
Sebelum aku sempat mengatakan apa pun, Reynard meraih tanganku dan menarikku mendekat. "Clarissa, perkenalkan. Ini Anya, teman baruku. Dan Anya… dia akan menjadi pendampingku malam ini."
Clarissa menatapku dengan tatapan membunuh. "Kau pasti bercanda!"
"Aku tidak pernah bercanda," jawab Reynard, matanya terpaku padaku. "Ayo, Anya. Masih banyak hal yang ingin kutunjukkan padamu."
Dia menarikku pergi, meninggalkan Clarissa yang marah di belakang. Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, tetapi satu hal yang pasti: hidupku baru saja berubah selamanya. Ke mana Reynard akan membawaku? Dan apa yang sebenarnya dia inginkan dariku?