Bisikan dari Lumut Kristal
Chapter 1 — Bab 1: Bisikan dari Lumut Kristal
Darah membasahi lumut kristal di bawah kakiku, memantulkan cahaya fajar yang keunguan seperti ribuan mata yang menghakimi. Aroma amis menusuk hidung, bercampur dengan bau ozon yang khas setelah badai Aether yang dahsyat. Aku, Kaelen Nightwhisper, berdiri di atas mayat seorang prajurit Krael, jantungnya masih berdenyut lemah di genggamanku.
Ini bukan pertama kalinya aku membunuh, dan sayangnya, bukan yang terakhir. Tapi kali ini berbeda. Ada sesuatu yang aneh tentang aura prajurit ini, sebuah kegelapan yang merayap yang tidak seharusnya ada di tanah suci Eldoria.
Eldoria, permata di antara dunia, sebuah kerajaan yang diselimuti hutan abadi dan pegunungan yang menjulang tinggi, tempat di mana sihir Aether mengalir bebas dan kehidupan berkembang dalam harmoni. Dulu. Sekarang, bayangan mulai merayap, menggerogoti keindahan dan kedamaian yang selama ini kami junjung tinggi.
Aku adalah seorang Nightwhisper, anggota klan kuno pemburu bayangan yang telah melindungi Eldoria selama berabad-abad. Kami adalah penjaga di kegelapan, para pengawas yang tersembunyi, perisai pertama melawan kekuatan jahat yang mengintai di balik tabir. Kemampuan kami, Shadow Weaving, memungkinkan kami untuk memanipulasi bayangan, bergerak tanpa terlihat, dan merasakan gangguan dalam aliran Aether.
Lumut kristal di sini, yang biasanya berdenyut dengan kehidupan, terasa dingin dan mati di bawah telapak tanganku. Aku menutup mata, memfokuskan pikiranku, dan menjangkau Aether. Gelombang energi mengalir melaluiku, membawa serta bisikan hutan, gemuruh gunung, dan desahan sungai. Tapi di tengah harmoni itu, ada satu nada yang sumbang, sebuah frekuensi yang mengganggu yang menusuk seperti duri.
Kegelapan. Itu berasal dari utara, dari Black Mire, tanah terkutuk yang dulunya merupakan pusat peradaban Krael yang agung. Dulu, Krael adalah sekutu kami, para pemahat batu dan penempa logam yang mahir. Tapi keserakahan dan ambisi mereka membuat mereka mencari kekuatan terlarang, dan tanah mereka dilalap oleh korupsi. Sekarang, Black Mire adalah sarang monster dan tempat di mana Aether terdistorsi.
Aku membuka mata, hatiku dipenuhi firasat buruk. Prajurit Krael ini hanyalah awal. Kegelapan sedang bangkit, dan Eldoria berada dalam bahaya besar. Aku harus memperingatkan para tetua, mengumpulkan para Nightwhisper, dan mempersiapkan diri untuk perang yang akan datang. Tapi pertama, aku harus mencari tahu apa yang dicari prajurit ini di tanah suci.
Aku memeriksa tubuhnya dengan cermat. Armornya sederhana, tidak mencerminkan status seorang prajurit elit. Tapi kemudian aku melihatnya: sebuah simbol yang terukir di gagang belatinya. Bukan simbol Krael biasa, tetapi sebuah rune kuno yang aku kenali dari buku-buku terlarang di perpustakaan klan. Itu adalah simbol… Necromancy.
Jantungku berdebar kencang. Necromancy adalah seni terlarang, manipulasi kehidupan dan kematian. Itu adalah kekuatan yang bahkan para Krael yang paling korup pun takut untuk sentuh. Jika mereka telah membangkitkan kekuatan itu lagi, maka Eldoria menghadapi ancaman yang jauh lebih besar daripada yang pernah kami bayangkan.
Tiba-tiba, bumi bergetar. Dari kedalaman hutan, lolongan mengerikan bergema, membuat darahku membeku. Itu bukan lolongan serigala atau binatang buas lainnya yang kukenal. Itu adalah lolongan yang dipenuhi dengan kesakitan, kemarahan, dan… kesadaran?
Aku tahu, tanpa keraguan, bahwa aku tidak sendirian. Sesuatu telah datang untuk mengambil kembali apa yang telah diambil dari prajurit Krael itu, dan sesuatu itu sangat kuat. Aku menggenggam belatiku, Shadowfang, dengan erat. Pertempuran yang sebenarnya baru saja akan dimulai.