Ciuman di Bawah Lentera Kuning
Chapter 1 — Ciuman di Bawah Lentera Kuning
Udara malam terasa dingin menusuk kulit, tapi bibirnya terasa panas membakar jiwaku. Aku tidak seharusnya berada di sini, tidak seharusnya menciumnya di bawah cahaya lentera kuning yang redup ini. Tapi, sentuhan bibirnya, rasa manisnya, membuatku lupa segalanya.
Namaku Raisa, dan hidupku seharusnya sederhana. Aku bekerja sebagai guru les privat untuk anak-anak orang kaya di kawasan Menteng yang mewah ini. Setiap hari aku mengajar, pulang, dan menghabiskan malamku dengan membaca buku. Tapi, semua itu berubah sejak aku bertemu dengannya.
Dia adalah Umar, suami dari salah satu klienku, Ibu Astrid. Pertemuan pertama kami terjadi saat aku sedang menunggu Ibu Astrid di ruang tamu rumahnya yang megah. Umar masuk dengan setelan jas mahalnya, senyumnya mempesona, dan matanya… matanya seolah menelanjangiku.
Sejak saat itu, pertemuan kami menjadi semakin sering. Aku selalu berusaha menghindarinya, tapi dia selalu menemukan cara untuk mendekat. Kata-katanya lembut, perhatiannya tulus, dan sentuhannya… sentuhannya membuatku merinding.
Aku tahu ini salah. Aku tahu aku tidak seharusnya merasakan ini. Dia adalah suami orang, dan aku hanyalah seorang guru les biasa. Tapi, hatiku tidak bisa dibohongi. Setiap kali aku melihatnya, jantungku berdebar kencang, dan aku merasa seperti terbang.
Malam ini, setelah mengajar Bintang, anak Ibu Astrid, Umar menungguku di depan rumah. Dia menarikku ke dalam pelukannya, dan aku tidak bisa menolak. Bibirnya menciumku dengan lembut, lalu semakin dalam, hingga aku kehilangan akal sehat.
"Raisa," bisiknya di telingaku, "Aku tidak bisa menahan diri lagi. Aku mencintaimu."
Aku terdiam. Kata-kata itu seperti petir yang menyambar hatiku. Aku juga mencintainya, tapi aku tahu cinta ini terlarang. Tiba-tiba, lampu mobil menyilaukan mata kami. Ibu Astrid turun dari mobil, wajahnya pucat pasi. Di tangannya tergenggam erat sebuah amplop cokelat. Apa isinya?